Wednesday, March 9, 2011

Menara Eiffel Berdiri Karena Tulang Paha

Menara Eiffel berdiri karena tulang paha. Selain membuat orang kagum dengan keindahannya, menara ini pun benar-benar merupakan sebuah keajaiban teknik. Bangunan tinggi ini sungguh kokoh. Menara ini mampu menahan angin dan guncangan paling kuat. Tapi, tahukah Anda, sumber ilham di balik Menara Eiffel-lah yang justru paling menarik atau bisa juga dibilang unik.

eiffel

Menara ini diilhami oleh rancangan tulang tubuh manusia, yakni tulang paha kuat yang menyangga sebagian besar berat tubuh. Ahli anatomi, Hermann von Meyer, yang mempelajari kerangka manusia di awal tahun 1850-an, menemukan hal yang cukup menarik. Dalam kedudukan tegak, tulang paha manusia mampu menopang beban seberat satu ton. Selain itu, tulang ini terbentuk atas jeruji yang saling berhubungan, seperti sebuah sangkar.

Di tahun 1866, insinyur Swiss, Karl Cullman menemukan bahwa struktur tulang bertumpu pada rancangan yang amat baik. Jeruji berbentuk sangkar ini mengurangi dampak beban atau tekanan apa pun yang dikenakan terhadap tulang. Ini karena jeruji tersebut disusun sepanjang garis gaya yang timbul saat berdiri. Cullman berpikir bahwa keajaiban penciptaan ini mungkin dapat pula digunakan dalam arsitektur modern.

eiffel
struktur jeruji Eiffel mirip tulang paha.

Menara Eiffel pun dibangun dengan jeruji bak sangkar, persis seperti pada tulang paha! Diperlukan waktu lebih dari 26 tahun, sejak tahun 1887, untuk menyelesaikan menara berketinggian 321 dan berbobot sekitar 9.000 ton ini.

Subhanallah, keajaiban dari penciptaan Allah-lah yang menjadi sumber inspirasi bagi teknologi manusia. Kini, pengetahuan mengenai alam telah dimanfaatkan di banyak bidang, dari teknik rancang bangun hingga kesehatan. Dan pengetahuan ini telah memicu munculnya satu cabang baru ilmu pengetahuan: Biomimetika.

eiffel-construction-building

Ilmu biomimetika mempelajari rancangan atau desain di alam, dan menciptakan pemecahan masalah berdasarkan rancangan ini. Alasan mengapa rancangan di alam sedemikian sempurna sehingga mengilhami teknologi adalah karena seluruh alam ciptaan Allah. Allah yang Mahakuasa menyingkapkan contoh kearifan-Nya yang tak terhingga pada makhluk yang Dia ciptakan.(http://gielardino.wordpress.com)